SUKOHARJO – Stunting tidak bisa dicegah hanya setelah anak mengalami gangguan pertumbuhan. Pendekatan paling efektif adalah sejak kehamilan melalui peningkatan pengetahuan keluarga tentang gizi dan pola hidup sehat.
Penyuluhan di Balai Desa Parangjoro pada Kamis (30/7/2026) mempertemukan tenaga kesehatan, kader, dan warga. Sasaran kegiatan meliputi ibu hamil, ibu balita, dan pasangan yang akan menikah.
Bidan Desa Hartuti menyatakan risiko stunting dapat ditekan jika keluarga memahami pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Ia menekankan gizi seimbang selama kehamilan, ASI eksklusif, MPASI sesuai kebutuhan, dan pemeriksaan berkala di Posyandu.
Kapten Arh Budi Sarwoko mengatakan pembangunan desa tidak hanya diukur dari fasilitas fisik, melainkan juga dari kualitas kesehatan masyarakat. Pengetahuan yang diterima warga menjadi bekal penting agar kasus kekurangan gizi dapat dicegah sejak dini.
Acara diakhiri dengan penyaluran paket sembako dari Kodim 0726/Sukoharjo, sehingga edukasi yang diterima berjalan beriringan dengan dukungan nyata bagi keluarga penerima.(Red/Ns)





